Posted by hendra on 04 Jan 2007 in Rehat
"MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN".
Tapi tetap saja banyak orang merokok! Heran!
Mau hidup sehat kok susah!
Â
Bukaaannn.. basa basiiii.....
"MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN".
Tapi tetap saja banyak orang merokok! Heran!
Mau hidup sehat kok susah!
Â
Bukaaannn.. basa basiiii.....
Sejak semalam tiba-tiba tidak bisa kosentrasi. Tapi sejak barusan, 08:49 WIB, tiba-tiba bisa kosentrasi kembali. Alhamdulillah. ![]()
Malam ini dan besok, ada Ujian Akhir semester. Tapi tiba-tiba saja saya tidak bisa kosentrasi sejak semalam hingga menulis tulisan ini di pagi hari.
Hmm.. tarik napas dalam-dalaaam... lapangkan dada... Bismillaah... daaaan, fokus.. fokus.... f o k u s . .
Betapa beratnya Desember tahun ini. Sepertinya tidak akan ada banyak waktu jeda untuk sekedar istirahat sejenak... But, kudu' dinikmati. Alhamdulillah, atas segala 'tarbiyah' dariMu.
** vitamin, madu, olahraga, etc... I need them to raise my power dan menjaga vitalitas.

"Blog", jika dirunut dari akar katanya, berasal dari kata "Web Log". Gabungan dua kata tersebut (Web dan Log) menjadikan blog sebagai salah satu teknologi di internet yang sangat digandrungi oleh masyarakat cyber belakangan ini.
Dan jika dikaitkan dengan dunia kerja, Blog sebenarnya akan memiliki manfaat untuk mencatat log kerja harian dari seorang pekerja/karyawan dalam bentuk web based. Blog untuk hal ini bisa diletakkan pada localhost intranet atau dipublish dalam internet. Namun ada baiknya hanya terbatas pada localhost intranet, karena tidak semua hal dalam pekerjaan dapat dikonsumsi oleh publik. Selain itu, tidak selamanya kantor akan memiliki akses ke internet. Bisa jadi kantor yang memiliki akses 24 jam pada suatu saat mengalami DOWN TIME terhadap internet, walaupun hanya dalam beberapa jam. Sehingga blog dalam hal ini lebih baik jika dilokasikan dalam localhost intranet.
Dengan adanya blog untuk mencatat log harian, akan memudahkan kita untuk mentracing:
1. Apa saja yang dihasilkan atau dikerjakan pada setiap harinya.
2. Sudah sejauh mana perkembangan pada pekerjaan-pekerjaan tertentu.
3. Dan sebagainya.
Well, ini just uneg-uneg di waktu istirahat... ![]()
Kadang kala sebuah niat yang baik apabila dikomunikasikan dengan kurang baik kepada pihak lain, maka akan disambut dengan tidak baik. Ujung-ujungnya, niat yang baik itu malah jadi tidak terlaksana. Atau terlaksana tapi dengan rute yang rumit...
Dua tahun belakangan ini saya sering pulang malam. Paling sering jam 22.00 baru sampai rumah. Dan yang paling berjasa adalah motorku yang setia menemani seperti kuda perang (kuda tanpa makan rumput, tapi minum premium), sampai pernah jauh sampai ke Cibodas dan pantai Anyer. Nah, yang paling enak kalau berkendaraan malam hari di Jakarta adalah perjalanannya yang lancar. Cuma kalau bisa kita musti pakai pelindung dada, supaya tidak paru-paru basah.
Nah, bicara mengenai perjalanan malam, beberapa bulan ini ada pemandangan yang kurang menyedapkan bagi para pengendara, yaitu seringnya kita jumpai motor dengan lampu rem belakang berwarna putih. Ketika awal-awal melihat fenomena ini, saya pikir itu motor yang lampu rem belakangnya sedang rusak, jadi belum diganti pakai warna merah. Cuma kalau dirasa-rasa, belakangan fenomena ini malah makin sering ditemui. Bahkan lampunya saya lihat terpasang rapi, tidak dalam kondisi rusak atau pecah-pecah. Dari fakta-fakta itu, asumsi saya adalah mereka memang sengaja memasang lampu rem warna putih, bukan karena lampunya sedang rusak.
Entah apa tujuan mereka pasang lampu rem seperti itu. Trend kah? Biar 'ngejreng'kah? Atau? Wallahu'alam. Yang jelas, lampu rem warna putih itu kurang sopan dan membahayakan. Setiap kali rem diinjak, lampu rem yang berwarna putih itu akan menyala terang sehingga menyilaukan pengendara yang dibelakangnya. Bahkan lebih terang daripada lampu kendaraan dari arah berlawanan. Kalau sudah silau begini, pandangan mata pengendara di belakang akan menjadi terbatas. Sehingga peluang terjadinya kecelakaan terbuka lebar. Bayangkan, mata kita yang sedang mengendarai motor seperti disorot pakai lampu senter baterei. Silau, ini membahayakan.
Sekali-kali saya pernah teriaki mereka dari samping ketika motor sedang berjalan dengan teriakan, "Woi mas, lampu remnya silau tuh!!!" Ga tahu deh, dia denger apa ngga. Tapi kayaknya sih ngga, soalnya suara teriakan dari dalam helm masih kalah dengan suara deru kendaraan.
Mengenai regulasi (peraturan) tentang transportasi, terus terang saya tidak hapal, apakah isinya mengatur sampai perihal lampu rem atau tidak. Tapi saya yakin, kalau ada faktor yang membahayakan pengendara lainnya, mustinya diatur dalam undang-undang. Sayangnya, saya lihat polantas belum ada tindakan mengenai fenomena ini. Sepertinya mereka baru akan bertindak kalau ada laporan dari masyarakat.
So, bagi yang lampu rem motornya berwarna putih, tolong deh ya segera ganti dengan warna merah pada umumnya. Jangan tunggu sampai ada korban gara-gara lampu rem mu yang warna putih silau itu...